Biru, Tak Lagi Biru


Rindu

Bicara tentang rindu. Barangkali akan terhitung sebanyak rasa yang melewati lidah sebelum menjadi darah dan daging. Namun ada kalanya rindu tak ingin dibicarakan seperti argumen yang membosankan atau seperti jalan sempit yang berkelak-kelok. Aku ingin menghadapinya seperti seseorang yang memilih untuk tertidur dan tak peduli apa yang akan dihadap dalam mimpinya. Mimpi indah atau mimpi buruk. Atau kemungkinan yang lebih kelu, tidak memimpikan apapun, tidak bertemu.

Baca lebih lanjut

7 Hal Mengapa Reply 1988 Berbeda dengan Drama Korea Kebanyakan


Telat Mo… Telat. Udah tayang sejak 6 November 2015- 16 Januari 2016 dan masih dibahas di febuari 2017??? Kemana aja?

Hehehe…

Pokoknya saya sangat berterimakasih kepada Tuhan karena bisa merampungkan kdrama ini walaupun molor hingga ganti tahun *lebay. Pokoknya nggak apa-apa telat juga, karena reply 1988 memberikan warna lain disamping drama-drama berbau fantasi dan bunuh-bunuhan yang ditonton satu tahun belakangan.  Reply 1988 datang pada waktu yang tepat, kaya jodoh.

screenshot_00391

Lalu, kenapa reply 1988 bisa beda dengan drama kebanyakan? Baca lebih lanjut

[REVIEW] Shopping King Louis


Annyeonghaseyo. Oraenmanieyo. Halah kemaren baru posting.

Kdrama lagi?

Mumpung baru selesai ditonton, keburu lupa nanti…

screenshot_00372

Sinopsis Singkat:

Shopping King Louis  menceritakan seorang cucu dari Gold Group yang bernama Kang Ji Sung a.k.a Louis  (diperankan oleh Seo In Guk) yang hidup bercukupan dan hobi belanja kaya orang gila mendapatkan kecelakaan dan hilang ingatan tidak lama setelah pendaratannya dari Prancis. Hidupnya yang bak raja dengan banyak pelayan tiba-tiba jadi kaya gelandangan yang linglung. Baca lebih lanjut

[REVIEW] Kdrama Jealousy Incarnate


Udah 2017 masih bahas kdrama 2016 (tayang 24 agustus – 10 november 2016)???

hehe…

screenshot_00357

Salah satu motivasi untuk nonton Jealousy Incarnate adalah karena yang main Gong Hyo Jin (biasanya kdrama kalau ada doi bagus), juga karena penasaran kenapa Pyo Nari (Gong Hyo Jin) meraba-raba dada Lee Hwa Shin (Jo Jung-Suk) dalam berbagai situasi sampai di tengah-tengah jalan pula. Kaya rada-rada gimana gitu Pyo Nari betah banget meraba dada Hwa Shin (eh ini salah dua ya?)…

Tapi, motivasi nonton Jealousy Incarnate malah berkurang karena Pyo Nari lebih condong ke Lee Hwa Shin daripada Jung Won (Go Kyung Pyo) di pertengahan episode… Ehhh pas di reply 1988 Kyung Pyo nggak seganteng di sini…*eh fokus cuy. Baca lebih lanjut

Matahari dan Bayang-Bayang


1.

Mulut daun mencumbu matahari

Hingga menguning dan kering

Jatuh kembali pada bumi, seperti pulang ke pelukan Ibu

 

“Kita tak akan pernah tahu kemana kita akan jatuh kan?” katamu. Setelah satu gelas kopi hitam yang hangat berubah menjadi dingin. Dingin bukan karena suhu ruangan yang dibuat rendah, dingin karena kau abaikan hingga aromanya mulai hilang di udara. Iya aku tahu itu, tentang kalimat pertamamu, banyak buku yang berkata demikian. Aku sudah terbiasa dengan teka teki atau pertanyaan, dengan semua yang mengundang sekaligus mengandung. Pertanyaanmu barusan, mengundang dan mengandung kata tidak untukku. Iya untuk dia. Jelas sekali. Baca lebih lanjut

Momo dan Para Ibu-Ibu


Yoihhh… Ibu-ibu, ada dimana-mana sekarang!!! Udah kaya pedagang tahu bulat yang digoreng dadakan… Eh Ibu-ibu emang udah ada dimana-mana sejak dulu, kalau nggak ya kalian-kalian dan saya keluar dari mana gitu? Kinderjoy? #MomoLebay.

Mungkin karena emang udah umur kali ya (kesannya tua banget)?  Jadi yaaa lingkaran saya ini banyak dihuni oleh para Ibu-ibu. Lha kayanya bakalan aneh kalo saya kebanyakan gaul sama anak-anak ABG. #MomoABGSenja *eh…

Lalu ada apa dengan saya dan para Ibu-ibu ini?

emak-1

sumber :wajibbaca.com

Baca lebih lanjut

Hujan, Rindu, dan Melupakanmu


Hujan masih sering turun di Januari. Sore selalu menadahkan tangannya namun hujan seringkali tak henti-hentinya menimpa apa yang harus ditimpa hingga malam datang. Di halaman depan hujan masih turun perlahan, masih saja tak bosan menimpa dengan tintanya yang pandai lesap dalam lembaran-lembaran lapisan bumi. Sementara halamanku masih bertuliskan namamu yang ditulis berulang kali sama halnya seperti anak-anak yang baru belajar menulis atau sedang dihukum gurunya karena melakukan suatu kesalahan. Baca lebih lanjut